ADILOKA.NEWS. Saat ini, saya ingin berbagi cerita sukses sepasang suami istri yang menekuni usaha sprei batik yang peminat terbesarnya justru ada dipulau Sumatra. Bermula dari keseriusan berwirausaha, Sembilan tahun sudah Mochammad Nawawi menekuni dunia perbankan dan akhirnya ia putuskan untuk berhenti dari posisi kepala beralih menjadi seorang wirausaha dan keluar dari pekerjaan di dunia perbankan.
Dia bersama sang istri, Ratih Kusumasari (37) mulai mencoba untuk melakoni usaha sprei lukis. Mereka melukis corak dan desain khas Batang. Sprei lukis karya suami istri ini sudah banyak menarik konsumen luar Jawa dengan pemasaran terbesar di Sumatera. Memang perlu kejelian dalam menenkuni usaha ini untuk dapat menangkap ide sehingga bisa dijadikan sebuah usaha yang menguntungkan saat ini berprospek bagus dimasa depan.
“Usaha ini sudah berjalan selama setahun, karna memang istri saya suka desain dan dituangkanlah ke media sprei sekaligus untuk berwirausaha, alhamdulillah banyak peminatnya pemasaran sudah ke berbagai daerah di nusantara,” ujar Mochammad Nawawi. Bagaimana memulai dan menjalankan jenis usaha seperti ini. Pembuatan sprei lukis milik Nawawi di rumah produsinya di Desa Kalisalak, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Dalam proses produksinya, Nawawi membeli kain putih untuk dilakukan pewarnaan. Setelah pewarnaan, sprei dikeringkan kemudian dilukis dengan menggunakan pigmen warna dengan tambahan cairan batik. Untuk kuas yang digunakan yakni bambu yang dipipihkan menjadi kuas halus. “Dilukisnya langsung ke media dengan desain yang sudah dibuat oleh istri saya, proses masih manual kendalanya kalau kita banyak pesanan terkadang kualahan untuk memenuhinya,” ujarnya.
Nawawi mengatakan dalam sprei lukis produknya selalu berusaha untuk mempertahankan kualitas produknya, Setiap bulannya orang tua dari tiga anak ini memproduksi sampai 250 sprei tiap bulannya. Nawawi telah mempekerjakan 15 tenaga borongan. “Sprei lukis dengan bahan yang nyaman harga yang kami tawarkan mulai dari Rp135.000 sampai dengan Rp. 155.000,” tuturnya. Pemasaran sprei milik Nawawi ini paling ramai di Sumatera dengan pemasaran menggunakan system reseller.
Dalam usahanya itu, Nawawi mengaku bisa mendapatkan keuntungan mencapai Rp 20 juta per bulannya. Sukses melakoni usaha sprei lukis di Kalisalak Kabupaten Batang, Nawawi mengaku lega bisa memiliki waktu banyak bersama ketiga anaknya. Di sela-sela kesibukannya berwirausaha ia masih bisa mengantar anak ke sekolah. “Ketika saya kerja di perbankan, setiap melihat seorang bapak yang mengantar anaknya ke sekolah, saya merasa iri. Di sisi lain waktu saya habis untuk pekerjaan saya. Dengan berwirausaha seperti ini saya memiliki waktu banyak bersama keluarga,” ceritanya.
