Kisah Sukses Devahayu ; Merubah Siomay Menjadi Jajanan Kuliner BerkelasKisah Sukses Devahayu ; Merubah Siomay Menjadi Jajanan Kuliner Berkelas

ADILOKA.NEWS. Siomay. Kendati bukan kudapan asli Indonesia, siomay sudah menjadi makanan favorit sebagian masyarakat di negeri ini. Kini, siomay bukan lagi jajanan kaki lima. Banyak pelaku usaha yang menjajakan kudapan asal China ini dengan konsep gerai. Salah satunya Heta Devahayu dengan bendera usaha Siomay Hotmama. Usaha ini didirikan Deva di Yogyakarta, tahun 2011. Tiga tahun berjalan, ia mulai menawarkan kemitraan Siomay Hot Mama. Sejak tahun 2018, Siomay Hotmama sudah punya delapan mitra yang tersebar di Yogyakarta, Batang, Pekalongan, Kendal, Semarang, dan wilayah Jawa Tengah lain.

Ada tiga paket kemitraan yang ia tawarkan, yakni Rp 2,5 juta, Rp 4,5 juta, dan Rp 7,5 juta. Dengan modal tersebut, mitra akan mendapatkan sejumlah fasilitas, seperti hak menggunakan merek Siomay Hot Mama, flyer, x-banner, bahan baku awal, peralatan, perlengkapan, dan pelatihan karyawan. Namun, paket investasi itu tidak termasuk tempat usaha. Mitra harus menyediakan lahan gerai minimal seluas 2 meter (m) x 3 m dan seorang karyawan. Selain menawarkan kemitraan, Devahayu juga punya tawaran menjadi reseller Siomay Hot Mama.

Nah, saat ini, dia tengah gencar menambah reseller ketimbang kemitraan. Sekarang, ia sudah punya lebih dari 20 reseller. “Kami memang tidak genjot penambahan mitra, lebih suka nambah reseller,” terangnya. Makanya, Devahayu cuma menargetkan bisa menambah 10 mitra saja sampai akhir tahun ini. Sedang reseller, ia harap bisa naik dua kali lipat sampai ujung 2020.

Devahayu mengklaim, keunggulan kemitraan Siomay Hotmama adalah bahan bakunya terbuat dari bahan alami tanpa zat pengawet. Selain itu, Siomay Hotmama menyajikan tiga varian menu, yaitu siomay ayam original, siomay ayam udang, dan siomay goreng mayo. Harganya rata-rata dibanderol Rp 10.000 per porsi. Dalam sehari, gerai Siomay Hotmama bisa menjual sekitar 20-30 porsi. Jadi, omzetnya Rp 200.000-Rp 300.000 per hari. Mitra bisa meraup omzet Rp 6 juta-Rp 9 juta per bulan dengan laba 30%. Dengan omzet itu, mitra diperkirakan balik modal dalam tiga bulan.

Saat ini, menurut Devahayu,  total mitra aktif yang masih berjalan ada lima gerai yang berlokasi di Yogyakarta, Brebes, Batang, Pekalongan, dan Purworejo. Sedangkan gerai milik pribadi ada satu yang ada daerah di Batang. Mitra Siomay Hot Mama berkurang lantaran masalah internal di pihak mitra yang memutuskan tidak melanjutkan kemitraan. “Masalah internal mereka biasanya pindah ke luar kota atau tiba-tiba berhenti,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This