Kisah Sukses Amelia; Merubah Bakat dan Pengalaman dari Negeri Tirai Bambu Menjadi Peluang BisnisKisah Sukses Amelia; Merubah Bakat dan Pengalaman dari Negeri Tirai Bambu Menjadi Peluang Bisnis

ADILOKA.NEWS. Seiring berkembangnya zaman, dunia fashion semakin mengalami perubahan. Dunia ini pun akhirnya menjadi lahan empuk bagi beberapa orang untuk memulai bisnisnya di bidang fashion. Dan untuk terjun ke dunia ini ada banyak pilihan mulai dari skala kecil sampai kelas factory outlet, disesuaikan dengan modal calon owner.

Salah satu rahasia untuk meraih sukses dalam industri fashion adalah bekerja dengan menggunakan kekuatan kreatif, kekuatan strategis, dan kekuatan psikologis optimis dari setiap orang di tempat kerja. Bisnis fashion sangat sensitif terhadap kualitas, mode, harga, tren, dan gaya hidup yang selallu berubah bersama berubahnya kebutuhan, daya beli, dan selera konsumen. Oleh karena itu, dibutuhkan integritas total dari setiap orang di industry fashion untuk bersikap prokreatif dalam memahami dan melayani semua kebutuhan pasar dengan sempurna.

Begitu juga kisah yang dialami oleh Tri Amelia Lestari, wanita (36) yang akrab dipanggil Amelia kelahiran Rantau, Kalimantan Selatan. Ia mengenyam pendidikan di Banjarmasin, jurusan tata busana,. Berkat kreatifitasnya, ia juga beberapa kali menjadi juara pada lomba di bidang desain busana. Ia sadar akan bakatnya perlu dikembangkan,  akhirnya ia bertekad untuk mencari pengalaman baru merantau di Pulau Jawa tepatnya di Yogyakarta sebagai desainer dari sebuah retail busana ternama di Kota Pelajar.  Di kota ini juga ia mengenyam pendidikan sastra inggris di perguruan tinggi karena bakat lain nya juga di bidang Bahasa.

Setelah beberapa tahun merantau, akhirnya ia pun menemukan dambaan hatinya dan menikah dengan Arief Hidayat, pria kelahiran Batang. Batang sebuah kota yang bersebelahan dengan Kota Pekalongan, sebuah kota yang dikenal sebagai Kota Batik. Ia pun melihat peluang dari kota ini dengan memadupadankan desainnya dengan batik Pekalongan. Impiannya itu pun direspon baik oleh suaminya yang memiliki minat yang sama dengan bisnis. Berkat pernikahanya itu pula ia memberanikan diri untuk memulai berbisnis home industri fashion batik Pekalongan yang dirintis sejak 2015 yang diberi nama “Melita Fashion, yang ia desain sendiri mulai dari dress, gaun dan busana renang muslim. Ia juga mempunyai galeri tempat penyewaan kostum dan gaun pengantin. Dengan modal pengalaman yang ia telah miliki selama SMK dan merantau menjadi seorang tata busana, akhirnya Amel menjadi pengusaha fashion.

 Selain dunia fashion yang ia geluti, Amel juga mendapat tawaran mengajar dari perguruan tinggi nya menjadi dosen BIPA Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di China. Di negeri tirai bambu ini, Amel melihat cakrawala dunia baru , ia melihat peluang bisnis baru dan ingin memperkenalkan batik Pekalongan di negeri ini khususnya kepada muridnya di China. Begitu halnya yang dipelajari di China, ia ingin mengajarkan kepada anak-anak di Indonesia dan ke depannya ia ingin mendirikan edupreneur belajar Bahasa mandarin. Ia juga telah menuliskan kehidupan di Negeri Tirai Bambu ini yang ia torehkan dalam sebuah novel. Novelnya pun telah dipublikasikan oleh penerbit dan diterima baik bagi pembaca baik kalangan komunitas di China maupun di Indonesia.

“Mulailah usaha dengan modal seadanya. Nggak usah nunggu modalnya banyak. Kita juga harus mengikuti perkembangan pasar, khususnya media. Kaya dulu ramainya di FB, terus Instagram, terus e-commerce. Menurutku kita harus berinovasi dalam bisnis agar kita nggak stuck di situ aja,” tutup Amelia. Selain fashion dan Pendidikan, ia juga menyukai dunia broadcasting sebagai presenter, selain itu lebih menariknya yang telah ia lakoni di Negeri Tirai Bambu pernah bekerja sebagai dubber pengisi suara animasi kartun, drama, film dan dokumenter sejumlah 60 episode yang sudah tayang di stasiun TV nasional China dan juga menjadi tim kreatif program bina bakat anak. Semua bakat dan pengalaman di Negeri Tirai Bambu itu telah berhasil ia ubah menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan (NZ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This