ADILOKA.CO.ID – Penyakit hepatitis dapat menyerang manusia sejak usia anak, dengan berbagai penyebab yang mendasarinya. Hepatitis merupakan peradangan hati yang dapat merusak dan menghancurkan sel-sel hati. Hepatitis dapat disebabkan oleh banyak hal, di antaranya karena paparan virus.
Mengutip University of Rochester Medical Center Rochester, virus yang dapat menjadi penyebab hepatitis pada anak, meliputi:
- Virus hepatitis: yang terdiri dari 5 jenis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E.
- Sitomegalovirus (Cytomegalovirus/CMV): virus yang merupakan bagian dari keluarga virus herpes yang dapat ditularkan dari orang ke orang.
- Virus Epstein-Barr (EBV): virus yang paling sering dikaitkan dengan mononukleosis menular.
- Virus herpes simpleks: herpes dapat mengenai wajah dan kulit di atas pinggang, atau alat kelamin.
- Varicella zoster virus (cacar air/VZV): komplikasi dari virus ini adalah hepatitis. Tapi ini sangat jarang terjadi pada anak-anak.
- Enterovirus: kelompok virus yang sering terlihat pada anak-anak. Mereka termasuk coxsackievirus dan echovirus.
- Rubella: penyakit ringan yang menyebabkan ruam.
- Adenovirus: kelompok virus yang biasanya menyebabkan pilek, radang amandel, dan infeksi telinga pada anak-anak. Virus ini juga dapat menyebabkan diare.
- Virus parvo (parvovirus/CPV): virus ini menyebabkan penyakit kelima yang gejalanya meliputi ruam pipih di wajah.
Mengutip Lurien Childrens, beberapa penyakit dapat menyebabkan hepatitis pada anak yang bersifat kronis, meliputi:
- Penyakit hati autoimun: sistem kekebalan tubuh mengembangkan antibodi yang menyerang hati menyebabkan proses inflamasi yang mengarah ke hepatitis.
- Hepatitis virus kronis: biasanya disebabkan oleh hepatitis B, C, atau D.
- Mengutip Standford Children’s Health, anak-anak paling berisiko mengalami hepatitis, jika mereka langsung terpapar virus hepatitis.
Dilansir dari Kompas.com dalam artikel berjudul “Macam Penyebab Hepatitis pada Anak”, berikut ini adalah macam-macam jenis penyakit Hepatits.
Hepatitis A
Bentuk virus hepatitis A ini, ditularkan melalui kontak fekal-oral. Fekal-oral adalah bentuk penularan melalui mulut dari benda, makanan, atau minuman yang terkontaminasi kotoran orang yang terinfeksi virus.
Hepatitis A pada anak menyebar dengan cara berikut:
- Makan makanan yang dibuat oleh orang yang terinfeksi yang tidak mencuci tangan dengan baik setelah menggunakan kamar mandi.
- Minum air yang terkontaminasi oleh feses yang terinfeksi.
- Ini menjadi masalah yang banyak ditemukan di negara berkembang.
- Menyentuh kotoran atau popok kotor orang yang terinfeksi, lalu meletakkan tangannya di dekat mulut.
- Wabah dapat terjadi di pusat penitipan anak.
- Perjalanan internasional ke daerah di mana hepatitis A biasa terjadi.
- Menggunakan obat-obatan terlarang.
- Transfusi darah (sangat jarang).
Hepatitis B
Hepatitis B menyebar ketika darah dari orang yang terinfeksi masuk ke tubuh orang lain. Hepatitis B dapat menyebar melalui jarum suntik dan instrumen tajam. Hal ini juga dapat menyebar dengan berbagi barang-barang pribadi, seperti pisau cukur dan sikat gigi.
Bayi dapat tertular virus selama kehamilan, jika ibu mereka memiliki virus hepatitis B. Anak-anak dapat menyebarkannya ke orang lain melalui kontak rumah tangga atau melalui goresan atau luka.
Berikut anak-anak yang berisiko terkena hepatitis B:
- Anak-anak yang lahir dari ibu dengan hepatitis B.
- Anak-anak yang lahir dari ibu yang berasal dari negara di mana hepatitis B tersebar luas (termasuk Asia Tenggara dan China.)
- Anak-anak yang tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang atau yang cacat.
- Anak-anak yang tinggal di rumah tangga di mana seseorang terinfeksi virus.
- Anak-anak yang memiliki masalah pembekuan darah dan membutuhkan produk darah (termasuk hemofilia).
- Anak-anak yang membutuhkan cuci darah untuk gagal ginjal.
- Remaja yang melakukan aktivitas berisiko tinggi, termasuk menggunakan narkoba IV (intravena) dan seks tanpa kondom.
Hepatitis C
Hepatitis C menginfeksi melalui darah yang terinfeksi dan kontak seksual. Ibu juga dapat menularkannya kepada bayinya selama kehamilan.
Berikut anak-anak yang berisiko terkena hepatitis C:
- Anak-anak yang lahir dari ibu yang memiliki virus hepatitis.
- Anak-anak yang memiliki masalah pembekuan darah, seperti hemofilia.
- Anak-anak yang membutuhkan cuci darah untuk gagal ginjal.
- Remaja yang melakukan aktivitas beresiko tinggi.
- Ini termasuk penggunaan narkoba IV (intravena) dan seks tanpa kondom.
Hepatitis D
Jenis hepatitis ini hanya dapat terjadi pada orang dengan hepatitis B. Hepatitis D dapat terjadi pada saat yang sama ketika anak Anda terinfeksi hepatitis B atau dapat dimulai di kemudian hari. Hepatitis D tidak dapat ditularkan dari ibu ke bayinya selama kehamilan. Hepatitis D hanya terjadi pada orang yang sudah terinfeksi hepatitis B.
Hepatitis E
Bentuk penyebaran hepatitis E ini seperti hepatitis A, yaitu menyebar melalui kontak fekal-oral. Hepatitis E paling sering terjadi di negara berkembang.
Gejala
Mengutip Standford Children’s Health, gejala hepatitis pada anak dapat berbeda-beda. Beberapa anak tidak memiliki gejala hepatitis apapun. Namun, gejala hepatitis mendadak (akut) mungkin bisa meliputi:
- Gejala mirip flu.
- Menguningnya kulit atau bagian putih mata (jaundice).
- Demam.
- Mual atau muntah Kehilangan selera makan.
- Tidak enak badan.
- Sakit perut atau ketidaknyamanan.
- Diare.
- Nyeri sendi.
- Sakit otot.
- Gatal-gatal merah pada kulit.
- Tinja pucat.
- Urin berwarna gelap.
- Gejala hepatitis pada anak di atas mungkin terlihat seperti gejala masalah kesehatan lainnya.
Sehingga, penting untuk memastikan anak Anda mendapatkan diagnosis dari penyedia layanan kesehatan dengan tepat.
(*)
