ADILOKA.NEWS. Siapa yang tidak kenal dengan istilah generasi millenial? Hampir semua orang pasti sering mendengar istilah ini. Mulai tahun 2016, golongan pekerja di seluruh dunia banyak diisi oleh kaum millenial atau mereka yang lahir antara tahun 1980-2000. Generasi yang berusia antara 22 – 38 tahun ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelum mereka.
Perbedaan umur dan generasi tentu saja membuat pola pikir dan tingkah laku kaum millennial sangat berbeda dengan generasi pendahulu mereka. Bukan sekadar persepsi dan aspirasi karier yang berbeda, hard skill dan soft skill millenial pun diakui sangat unik dan beragam. Sehingga, perlu penanganan khusus untuk memaksimalkan potensi generasi millenial di dunia kerja.
Karakteristik inilah yang perlu menjadi perhatian para marketer, termasuk juga pebisnis online. Apa saja karakteristik unik tersebut?
- Mandiri dan getol berwirausaha.
Awal tahun 2000-an, para millenial, khususnya di Amerika Serikat pernah merasakan pahit menyaksikan anggota keluarga mereka mendapat PHK. Hal tersebut akhirnya mendorong mereka untuk berwirausaha dan menjadi bos untuk dirinya sendiri.
Sama halnya dengan generasi millenial di Amerika Serikat, generasi millenial di Indonesia juga tak mau kalah. Para pemuda kita saat ini banyak yang mulai terarik untuk berwirausaha dan mengembangkan bisnisnya. Sebagai pebisnis online, Anda dapat memanfaatkan karakteristik ini. Anda dapat membuat kursus, seminar, atau workshop bertema kewirausahaan untuk menarik minat generasi millenial saat ini.
- Pendidikan dan karir yang utama
Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi millenial sangat mengutamakan pendidikan dan karir. Bagi mereka jenjang pendidikan S1 saja tak cukup, bahkan banyak yang meneruskan pendidikan ke S2 dan S3. Menurut penulis, millenial tidak hanya tertarik dengan pendidikan formal saja. Sebab banyaknya tokoh publik yang mengejar pendidikan “otodidak”, membuat mereka juga mendidik diri sendirinya lewat kursus online, bootcamp, dan berbagai alternatif pendidikan lainnya.
- Lengket, tak mau lepas dari media sosial
Sudah bukan rahasia umum bahwa millenial tak bisa lepas dari gadget dan media sosial.Banyak dari millenial bahkan selalu meng-update media sosialnya setiap hari dan berkeinginan menjadi influencer yang memiliki jutaan penggemar. Kedekatan dengan gadget dan media sosial inilah yang membuat para marketer berbondong-bondong menyusun strategi marketing khusus untuk menggaet perhatian millenial di media sosial.
Karena banyaknya pebisnis yang sudah memanfaatkan karakter ini, Anda jangan sampai ketinggalan dan tidak memanfaatkannya ya.
- Peka terhadap tren dan takut “kudet”
Karena takut dicap “kudet” (kurang update) dan terkucilkan dari pergaulan, millenial sangat peka sekali terhadap tren. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya tren-tren viral yang diikuti oleh mereka. Bahkan tak sedikit pula tren viral yang ada, berawal dari generasi ini.
Nah, sebagai pebisnis online, Anda dapat memanfaatkan karakter ini dengan memanfaatkan tren yang sedang viral untuk praktik pemasaran Anda.
- Hobi belanja membuat pengeluaran mereka meroket
Tidak bisa dipungkiri kecanggihan teknologi sangat memudahkan kehidupan, termasuk proses jual beli barang dan jasa. Hal ini berakibat pada kebiasaan membeli masyarakat yang meningkat, terutama pada generasi millenial. Karena tidak seperti generasi terdahulu, mereka lebih fasih dengan teknologi dan percaya dengan e-commerce.
Keakraban millenial dengan teknologi inilah yang dipandang sebagai faktor utama yang membuat mereka gila belanja, sehingga para pebisnis online akan lebih mudah menjual produk kepada mereka.
- Lebih percaya konten engaging daripada konten searah
Pada tahun 2010, Pew Research Center melakukan penelitian bertajuk
Millennials: A Portrait of Generation Next. Dalam penelitiannya, mereka menemukan bahwa millenial menyukai konten user generated atau konten buatan user yang dinilai lebih otentik dibanding konten searah yang dibuat media besar seperti televisi, dll.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa karakter unik yang dimiliki generasi millenial memang memaksa para pebisnis online, digital marketer, atau pekerjaan lain terkait untuk membuat dan mengeksekusi strategi marketing semenarik mungkin.
Jika Anda akan atau telah memiliki bisnis, terapkan 6 karakteristik millenial di atas agar strategi pemasaran yang Anda lakukan membuahkan hasil maksimal.
