ADILOKA.CO.ID – Real Madrid berhasil mengalahkan Chelsea di leg pertama perempat final Liga Champions 2021-2022 yang berlangsung tadi malam waktu setempat. Real Madrid memenangkan pertandingan dalam laga panas babak 8 besar Liga Champions dengan skor cukup telak, 3-1. Laga berlangsung di Stamford Bridge, 7 April 2022 dini hari WIB.
Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti membuat kemenangan kembali ke klub tempat ia memenangkan Liga Premier dan Piala FA ganda setelah striker veteran Prancis Benzema memberikan masterclass terbarunya. Meski telah berusia unzur untuk seorang pesepakbola, Karim Benzema yang kini berusia 34 tahun mampu menampilkan masterclass terbarunya.
Tentunya masih lekat di ingatan kita tentang hattrick serupa Benzema yang menenggelamkan Paris St-Germain di babak 16 besar. Dilansir dari BBC Sports, Benzema menghukum Chelsea dengan dua sundulan luar biasa dalam waktu tiga menit di pertengahan babak pertama. Disusul gol balasan dari sundulan Kai Havertz memberi Chelsea harapan sebelum turun minum.
Akan tetapi, tangkapan buruk kiper Edouard Mendy beberapa detik setelah babak kedua dimulai, memberi Benzema gol ketiganya. Gol tersebut sekaligus membawa Real Madrid menang 3-1 dan unggul sebelum leg kedua berlangsung. Leg kedua Real Madrid vs Chelsea akan berlangsung di Bernabeu Selasa depan, 12 Apri 2022..
Chelsea dihukum berat karena kesalahan
Chelsea berjuang hingga akhir leg pertama ini tetapi selalu gagal menyelesaikan tugasnya usai dua gol brilian Benzema. Kemudian Chelsea sempat melihat harapan untuk bangkit kembali, namun lagi-lagi harus pupus karena kesalahan mereka sendiri. Padahal, Real Madrid telah memberikan peringatan tentang bahaya yang mereka timbulkan ketika Vinicius Junior membentur mistar gawang.
Namun, ancaman Madrid itu tetap tak dihiraukan hingga akhirnya Vinicius memberikan umpan silang untuk gol pembuka Benzema yang tercipta di menit ke-21. Benzema kembali menegaskan ancaman sundulannya dengan gol kedua tiga menit berselang. Chelsea selalu rentan terhadap tim yang menguasai situasi Liga Champions ini, seperti dikutip dari BBC. Hingga salah seorang punggawa the Blues, Havertz sempat memberi Chelsea harapan dengan mencetak gol hiburan.
Meskipun akhirnya, seluruh takdir pertandingan mungkin telah berubah di 40 detik pembukaan babak kedua. Mendy, yang biasanya sangat andal, membuat kesalahan penilaian yang mahal harganya. Ia berlari dari gawang hanya untuk mengirim umpan lemah ke arah Antonio Rudiger. Sang bek tidak mampu mengontrol bola, dan Benzema yang ganas langsung menggulung bola ke gawang yang tidak dijaga oleh Mendy.
Gol itu terjadi pada menit ke-46, tepat setelah manajer Chelsea Thomas Tuchel memasukkan Mateo Kovacic dan Hakim Ziyech di awal babak kedua. Keduanya diproyeksikan untuk membangun gol Havertz, tetapi perubahan itu dirusak sebelum mereka memiliki peluang untuk diterapkan.Tuchel kemudian memasukkan Romelu Lukaku dalam upaya putus asa untuk memulihkan situasi. Namun perjuangan Lukaku berakhir ketika ia mengirim sundulan lemah yang melebar, yang menjadi salah satu peluang terbaik Chelsea malam itu.
Chelsea telah menunjukkan kemampuan untuk mengatasi kesulitan yang tengah menerpa internal klub, pasca sang pemilik Ibrahimovic mendapatkan berbagai macam sanksi karena hubungan dekatnya dengan presiden Rusia, Vladimir Putin. Dengan keunggulan dua gol yang dimiliki Madrid sebelum leg kedua, maka akan menjadi salah satu pencapaian terbaik Chelsea jika mereka berhasil mencapai empat besar dari posisi ini.
Madrid sang master sekali lagi
Real Madrid yang kini menjadi pemuncak klasemen di La Liga, sempat diremehkan di Liga Champions musim ini setelah kalah dari PSG di leg pertama babak 16 besar. Tetapi tim asuhan Carlo Ancelotti itu berhasil membuat comeback dramatis melawan Paris St-Germain di leg kedua babak 16 besar. Kini Madrid sekali lagi menunjukkan pengalaman dan kelas mereka di Stamford Bridge.
Sedangkan Ancelotti dengan semua spekulasi seputar masa depan jangka panjangnya di Bernabeu, kini telah menunjukkan keahliannya. Pelatih yang telah memenangkan trofi ini tiga kali bersama AC Milan dan Real Madrid menunjukkan bahwa mereka sudah senior dalam hal ini. Real Madrid pun menghukum Chelsea, dengan Benzema dan maestro Kroasia berusia 36 tahun Luka Modric, mengambil langkah besar menuju semifinal.
Benzema diketahui memang semakin baik seiring bertambahnya usia, mencetak dua sundulan kelas tertinggi sebelum mencetak gol ketiga. Sementara Modric mempertahankan kemampuan tak ternilai untuk mengontrol tempo permainan, dan selalu membuat pilihan yang tepat dari opsi yang tersedia.
Menarik dinantikan apakah di leg kedua Chelsea mampu melakukan comeback dramatis atau menyerah begitu saja dalam perburuan Liga Champions.
(***)
