ADILOKA.CO.ID – Drama Korea “Twenty Five, Twenty Nine” memiliki naskah yang membuat hati penonton kepincut. Beberapa kutipan dialog pemeran utama hingga episode 7 drama ini juga membekas di benaki para penonton.
Dengan latar belakang pada tahun 1998, “Twenty Five, Twenty One” menceritakan kisah pemuda yang mimpinya diambil dari mereka karena krisis IMF. Kim Tae Ri berperan sebagai Na Hee Do, calon pemain anggar, dan Nam Joo Hyuk berperan sebagai Baek Yi Jin, yang keluarganya hancur karena krisis keuangan. Keduanya pertama kali bertemu pada usia 18 dan 22 tahun dan jatuh cinta bertahun-tahun kemudian pada usia 21 dan 25.
Drama ini menampilkan kisah anak muda yang mengejar impian di tengah kondisi krisis keuangan. Twenty Five Twenty One diawali dengan kehidupan masa kini, Na Hee Do menghadapi konflik dengan putrinya yang hendak meninggalkan balet.
Dilansir dari Soompi, berikut adalah beberapa kalimat yang paling berkesan yang dikatakan karakter utama Na Hee Do yang diperankan Kim Tae Ri hingga episode 7 ini!
- “Ahhhh!!! Sangat memalukan!!!”
Salah satu adegan lucu adalah ketika Na Hee Do menangis setelah Baek Yi Jin memergokinya mencoba mengembalikan buku komik yang sobek yang dengan susah payah dia perbaiki.
Wajahnya yang ketakutan, suaranya yang penuh air mata, dan dialog yang hanya bisa diketahui melalui subtitle membuat penonton tenggelam dalam adegan itu.
Setelah berbicara sambil menangis, Na Hee Do berteriak, “Ahhhhhh!!! Sangat memalukan!!!”
Bahkan setelah penayangan episode, kalimat tersebut terus dikutip di situs media sosial oleh pemirsa, yang mengatakan bahwa Na Hee Do lucu, atau menyebut kalimat itu sebagai mantra Hee Do.
- “Mulai sekarang, ketika kamu bergaul denganku, kamu bisa bahagia tanpa mereka sadari.”
Setelah Baek Yi Jin kehilangan mimpinya, keluarganya, dan sekarang kebahagiaannya, Na Hee Do berkata:
“Saya menentang itu. Bagaimana Anda bisa menyerah pada kebahagiaan ketika semua waktu telah membuat Anda menyerah? Mulai sekarang, ketika kamu bergaul denganku, kamu bisa bahagia tanpa mereka sadari,” Ucap Na Hee Do sebelum tersenyum meyakinkan.
Meskipun mereka sedang dalam situasi yang berat, Na Hee Do mengungkapkan kata-kata ini dengan sederhana dan menawarkan penghiburan kepada Baek Yi Jin.
Adegan akhir episode terasa seperti pelukan hangat bagi pemirsa saat kedua karakter berdiri di luar di antara pepohonan.
- “Setiap hari tidak bisa menjadi tragedi hanya karena kau mengalami kekalahan setiap hari. Sangat mudah untuk melupakan kekalahan itu setelah kau tertawa sejenak. Kau harus melupakan kekalahan itu untuk melanjutkan hidup.”
Baek Yi Jin, yang penasaran tentang bagaimana membuat situasi tragis menjadi komedi, bertanya kepada Na Hee Do:
“Bagaimana kamu menemukan metode itu?”
Kutipan ini tidak hanya dapat diterapkan pada Baek Yi Jin, tetapi juga dapat menawarkan dukungan kepada pemirsa yang mungkin berjuang dengan kekhawatiran mereka yang serupa.
- “Karena kau memberiku harapan. Itu sebabnya aku terus menerus menjadi serakah.”
Dalam adegan ketika Na Hee Do dan Baek Yi Jin sedang bermain anggar, setiap kali dia mengetuk jaketnya dengan pedangnya, lampu hijau dalam kegelapan terus berkedip seolah itu mewakili pikiran Na Hee Do.
Saat dia menjadi bingung dengan perasaannya, dia bertanya kepadanya:
“Mengapa kamu mendukungku? Ibuku bahkan tidak mendukungku.”
Baek Yi Jin menjawab:
“Karena kau memberiku harapan. Itu sebabnya aku terus menerus menjadi serakah.”
Saat keduanya saling menatap di ruangan gelap di bawah lampu hijau, percikan api antara dua karakter yang membuat hati penonton mulai berdebar.
- “Dimanapun kau berada, akan ku pastikan dukungan ini sampai kepadamu. Aku akan pergi untuk menghubungimu.”
Na Hee Do menelepon Baek Yi Jin dan meninggalkan pesan untuknya saat dia tidak menjawab teleponnya.
Dia berkata:
“Sama seperti kau mendukungku tanpa alasan, kini giliranku untuk mendukung Anda. Dimanapun kau berada, aku akan memastikan dukunganku menjangkau dirimu. Aku akan pergi untuk menghubungimu.”
Adegan ini terjadi selama musim dingin, tetapi kata-kata hangat Na Hee Do meluluhkan hati pemirsa saat dia mengucapkan kata-kata penghiburannya ke telepon.
Itulah 5 kutipan paling mengesankan dalam drama “Twenty Five, Twenty One” hingga penayangan episode ketujuh pada Sabtu, 5 Maret 2022.
(***)
