ADILOKA.NEWS. Menjadi seorang karyawan adalah zona nyaman bagi kebanyakan orang. Tidak banyak orang yang akhirnya memutuskan buat berhenti kerja lantaran melihat peluang menjanjikan di dunia bisnis karena yang paling ditakuti dalam berbisnis adalah risiko yang harus siap ditanggung dan keluar dari zona nyaman. Termasuk Fida yang akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja hingga sukses berjualan batik.
Perempuan ini dulunya seorang karyawati di perusahaan swasta sebagai Beauty Advisor istilah keren-nya, selama 3 tahun ia menjadi koordinator di perusahaanya. Namun sekarang dirinya sudah memutuskan buat berhenti dari pekerjaanya dan sukses menjadi salah satu pengusaha batik di Pekalongan, Jawa Tengah. Yang ia beri nama “Batik Baratamida” yang berlokasi dekat Pasar Setono Pekalongan.
Dulu ketika teman-teman sebayanya melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, setelah lulus SMA, ia hanya bisa memendam keinginannya untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Karena ia menyadari terlahir dari keluarga yang kurang mampu pada saat itu, ia sudah ditinggal ibunya pada saat umur 10 tahun dan adik-adiknya masih kecil. Ia tidak merasakan kasih sayang seorang ibu, ia tidak seperti teman sebayanya dulu yang masih memiliki kedua orang tua. Namun hal ini, tak menyulutkan semangat Fida untuk tetap melanjutkan cita-citanya.
Awal mula Fida terjun ke bisnis jualan batik disebabkan karena dirinya selama 3 tahun menjadi karyawan, selama 3 tahun pula ia menyerap ilmu berwirausaha bisnis batik, mulai dari cara melayani costumer dengan baik, ramah kepada pelanggan dan hal itu juga yang membuat ia lebih matang.
Namun ia mempunyai tekad yang kuat untuk merubah roda perokonomian keluarganya. “Saya tanamkan bahwa saya bisa, saya mampu, saya beda dari yang lain dan ketika saya terjun ke masyarakat punya nilai plus, walaupun tidak ada gelar sarjana” tutur Fida. Dan akhirnya ia memutuskan untuk mencari kerja dengan modal tulus dan semangat demi membantu perkonomian keluarganya, terutama ayahnya yang sudah lanjut usia.
Alhasil berkat kerja kerasnya ia dipertemukan oleh orang-orang baik, ia memulai usaha batik dengan modal Nol rupiah, dengan modal kepercayaan untuk menjualkan dan mendistribusikan batik-batik yang diproduksi oleh produsen batik di daerah Buaran Pekalongan. Ia mulai menawarkan batik-batiknya ke pasar tradisional kota Pekalongan, seperti Pasar Banjarsari dan Pasar Grosir Batik Setono. Ia pun sudah dipercayai oleh beberapa produsen batik, bahkan mereka tidak menagih Fida untuk menyetorkan hasil jualananya. Tetapi Fida menjaga kepercayaan para produsen batik, ia menyetor hasil jualannya sebelum mereka menagihnya. Semakin lama penjualannya pun semakin meningkat, akhirnya ia pun memutuskan membuka bisnis sendiri, dengan didampingi suami ia bekerjasama dalam memproduksi aneka batik, daster, mukena, seragam batik logo, batik seragam dan sebagainya. Ia juga melayani berbagai batik tulis, cap, printing dan lukis.
Bisnisnya juga sudah mempunyai banyak pelanggan-pelanggan yang setiap saat membeli produknya dengan partai kecil maupun besar, biasaya yang datang dari luar pulau jawa, seperti Makasar, Medan, Lampung, Manado, Gorontalo dan sebagainya. Ia juga menerima bentuk kerjasama guna men-supply kebutuhan batiknya, dengan sistem reseller, dropshiper, pre-order atau barang ready. Ia juga siap membagikan ilmu bisnisnya kepada reseller yang benar-benar ingin membantu perekonomian keluarganya (NZ).
