ADILOKA.NEWS. Kisah sukses yang dialami seorang pria bernama Muhammad Irianto Azza yang akab dipanggil Azza. Bakatnya dalam dunia bisnis, telah mengantarkan Azza ke pintu gerbang kesuksesan dengan mengembangkan bisnis hijab. Pasarnya pun sudah sampai ke seluruh Indonesia. Muhammad Irianto Azza menekuni bisnis hijab bermula pada tahun 2013. Kecintaan dalam dunia bisnis rupanya telah membuat ilmu dan pengalamannya bertambah, terutama dalam pelayanan dan pengadaan produk yang selalu mengedepankan kualitas terbaiknya.
Di awal kariernya, Azza hanya menjadi seorang reseller biasa yang hanya ditemani sang istri dengan menyewa kontrakan untuk tinggal berdua sekaligus menjadi tempat untuk jualannya. Hanya bermodalkan pengalaman dan semangat dalam berbisnis. Baru dua tahun merintis usahanya, ia sempat merasakan jatuh karena terkena dampak krisis moneter. Namun Azza tak pernah mengenal kata menyerah karena jatuh bangun adalah hal yang biasa dalam berbisnis. Berbekal pengalaman dan perjalanan membangun mental yang sudah ia mulai sejak SMA mulai jadi pedagang koran hingga mencoba peruntungan di trading forex. Azza tak mengenal kata menyerah karena sesungguhnya bisnis adalah perjalanan untuk terus berbenah dan bertumbuh. Dari semangat itulah membuat semangat bisnisnya terus bergejolak.
Pada tahun 2015 ia mencoba memulai lagi membangun usahanya dengan lebih semangat lagi dengan terus membangun hubungan baik kepada pelanggannya dan berbagi tips kepada pengusaha-pengusaha fashion lainya, hingga akhirnya ia mulai memproduksi hijab sendiri dan berbagai jenis fashionnya. Perkembangan zaman yang sudah digitalisasi membuat Azza pun tak mau terlambat untuk memanfaatkan peluang ini. Melalui kemampuan digitalisasi nya khusunya di bidang Instagram, ia mulai menggencarkan promosinya. Berkat digitalisasi, akhirnya produknya pun dikenal luas dan banyak reseller berdatangan ingin menjualkan produknya.
“Jarak kesuksesan di era digital hanya antara mata dan layar, ‘di atas sajadah’ adalah percepatan mewujudkannya”. tutur Azza
Selain digitalisasi, ia juga mempromosikan produknya menggunakan metode Low of Projection (LOP) yang meyakini bahwa apa yang dipikirkan itu apa yang terjadi, karena setiap pikiran adalah doa, cara kerjanya seperti laptop dan proyektor, apa yang muncul di layar proyektor (gambaran yang terjadi) itu bermula dari laptop (pikiran). Dan tetap menyandarkan bahwa semua ketentuan atas izin Allah S.WT. Oleh karena itu ia juga mengembangkan Quantumpreneur untuk berbagi tentang metode ini.
Pelan-pelan bisnisnya terlihat semakin maju dan berkembang pesat. Banjir pesanan pun tak terbendung lagi. Resellernya pun mulai berdatangan dari berbagai kota-kota besar dan Ia mulai merekrut karyawan untuk membantu dalam bisnisnya. Rupanya keberadaan Azza juga telah membawa keberkahan tersendiri bagi warga Petarukan, Pemalang. Azza juga menyadari dengan kemampuan yang terbatas, ia tidak mampu untuk memenuhi seluruh permintaan pasar yang begitu tinggi. Sehingga ia mengajak masyarakat setempat untuk belajar dan mencoba menekuni bisnis itu. Soal ilmu, Muhammad Irianto Azza dikenal sebagai orang yang sangat senang berbagi ilmu kepada teman, handai tolan dan masyarakat untuk saling belajar bersama menjadi orang yang sukses (NZ).
